• MOSA MANDIRI, AGRITECH, HORTECH, MOSA GOLD, MOSA META, SUPERMETA, SUPERGLIO, MOSA GLIO, BIO-SPF, TOP BN, MOSA BN, VITTO, VITTO TERNA, VITTO-G, MINA, MMC MINA
  • MOSA GOLD - EMAS HITAM ORGANIK - PUPUK ORGANIK PADAT DENGAN MULTI MIKRO UNSUR
  • AGRITECH - PUPUK ORGANIK CAIR TEKNOLOGI TINGGI - LANGSUNG TERSERAP TANAMAN- DIPERKAYA ASAM HUMAT VULVAT ASAM AMINO dll
  • TECHNOLOGI HORMON ORGANIK PENDONGKRAK HASIL - AUXIN GIBERELIN SITOKININ -
  • MOSA GLIO - FUNGISIDA ORGANIK SUPERGLIO - PENGENDALI JAMUR ANTAGONIS SAHABAT PETANI
  • BIO-SPF - AGENS HAYATI MULTI FUNGSI - PROTECTANT STIMULANT FERTILIZER
  • MOSA BN - PESTISIDA ORGANIK PENGENDALI WERENG, WALANG SANGIT, DLL
  • MOSA META - PESTISIDA ORGANIK PENGENDALI URET DAN KUMBANG TANDUK
  • VITTO - SUPLEMEN & PROBIOTIK ANDALAN PETERNAK SUKSES
  • VITTO-G - SUPLEMEN ORGANIK KHUSUS UNGGAS PETELUR
  • MMC MINA - SUPLEMEN TAMBAK & KOLAM

Konsultasi & Informasi

082323158788 (Konsultasi)
082323158788 (Admin & info)
agrokomplekskita - maju terus agrokompleks Indonesia

kabar riang

KABAR RIANG

\"Saya mendapatkan agens hayati MOSA META dari salah satu agen MMC di Kediri. Saya aplikasikan sekitar bulan September 2018 dan sekarang kira-kira 5 bulan setelah pemberian MOSA META tanaman tebu masih nampak hijau, tidak ada tanda-tanda serangan uret. Pingin rasanya membagi penga...
\"MOSA META mantab hasilnya. Kemarin waktu saya mengolah bahan pupuk organik dari kotoran sapi, saya menemukan banyak embug dan cacing tanah. Bahan tersebut saya fermentasi dengan bakteri pengurai dan molase selama 1 minggu.\"\r\n\r\n\" Ketika saya aduk-aduk cacing tanah masih hidup seh...
\nTanaman koro pedang termasuk tanaman yang tahan serangan penyakit, tetapi tidak dengan serangan hama uret. Hama uret atau di trenggalek dikenal dengan embug, sangat menyenanangi perakaran tanaman koro, sehingga mengakibatkan tanaman layu bahkan sampai mati. Sehingga petani perlu...
\n\"Inilah contoh tanaman koro pedang yang sedang saya budidayakan. Awalnya tanaman ini kena serangan embug, uret tanah, Alhamdulillah serangan berhenti setelah saya semprot dengan Mosameta. \" - Ungkap pak Saechoni trenggalek, yang sudah yakin menggunakan mosa meta/supermeta untuk...
\nAwalnya pada sekitar akhir 2016 Pak Sutik Hadi dari dampit malang, mempunyai keluhan hama uret atau yang lebih dikenal dengan embug di kebun pepaya miliknya. Setelah mencoba MOSA META, beberapa bulan kemudian nampaklah terbukti kebun pepayanya selamat dari serangan embug. \n\n\n\n\n\n...
\nSebelum mengenal MOSA META atau yang dulu disebut SUPERMETA, lahan pepaya saya banyak masalah uret, karena inginya bertani secara organik, maka mau tidak mau harus cari solusi tanpa pestisida kimia. Setelah menelurus kesana kemari ketemulah SUPERMETA.\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\"Saya mencobanya...
\n\"Saya menggunakan MOSA GLIO dan BIO-SPF untuk tanaman jagung yang terserang bulai. Hasilnya bagus. Bulai tidak sampai menyebar. Sekarang jagung saya sudah berbuah, tinggal menunggu panen. Perkembanganya juga bagus\". Tulis Bpk I Made S, petani Jagung Bondowoso.\n\n\n\n\n\n\n\nBpk. I Made...
\nSudah beberapa periode ini pak Imam, peternak ayam potong ngaglik sleman menggunakan Vitto untuk ternak ayam potongya. Sempat berhenti memakai Vitto, namun ternyata berujung pada penurunan produksi yang signifikan, bahkan kerugian. \n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\nKini Pak Imam sudah tak mau lepas l...
\r\nPak Tigor dari lampung menanam singkong atau ubi kayu dari bekas lahan kelapa sawit. Mengkuti rekomendasi dari konsultan MMC, Pak Tigor menggunakan BIO-SPF untuk merendam /mencelup bibit singkong sebelum ditanam. Kemudian dilakukan lagi pengocoran BIO-SPF pada lahan singkongnya...
\n\"Setelah pakai VITTO, ABW (Average Broiler Weight) nya ngejoss banget pak, Umur 30 hari sudah mencapai 1,9kg. \", Kata Bu Fitriyah, pemakai VITTO mitra pak Taufik.\n\n\n\n Pada awalnya Pak Taufik menjajal sendiri VITTO untuk ternak ayam potongnya dan mendapatkan peningkatan hasil lum...
\n\"Sekarang umur 17, Alhamdulillah makannya lahap dan untuk kematian ketimbang periode sebelum pakai VITTO, jauh pak!\" - Kata ibu seorang pemakai baru VITTO. Rasanya maknyess mendengarnya, dan Ikut senang bisa jadi solusi peternak di tengah situasi paceklik ini. Semoga barokah\n\n\n\n...
 \" Semenjak menggunakan VITTO-G,  telur-telur love bird dari rata-rata 4 sd 5 dapat menetas semua. Selain itu penggunaan VITTO-G sangat irit\" Testimoni Bpk Budi, peternak love bird di Jakarta.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n...
Luas Lahan tanaman lada 2,5 hektar dimiliki oleh Bapak Steven. Sudah 2 tahunan ini mempercayakan pupuk dan menjaga kesehatan tanaman ladanya pada produk-produk MMC, yakni; MOSA GLIO, BIO-SPF, AGRITECH dan HORTECH.\r\n\" MOSA-GLIO nya mantap, apalagi dengan adanya AGRITECH serta HORT...
\" Aplikasi Vitto terna G pada ternak puyuh, Dari 3.000 ekor perhari keuntungan bersih bisa mencapai Rp. 300.000,- . Puyuh sudah mulai bertelur di usia 34 hari\" Agus S - Peternak puyuh Kebumen Jawa Tengah\r\n\r\n[caption id=\"attachment_4906\" align=\"aligncenter\" width=\"175\"] Testimoni ...
\"3-4 bulan setelah saya aplikasikan MOSA GOLD tanaman tanaman durian serta kelengkeng saya mulai berbuah lebat. Terutama tanaman duriannya yang sudah 7 tahun, sekarang sudah bisa berbuah banyak. \" Bpk. Ade - Riau\"\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n[caption id=\"attachment_4867\" align=\"alignleft\" width=\"...
Melalui bapak Agus Wahyudi, beberapa petani cabai mulai dikenalkan produk MMC, salah satunya AGRITECH. Dan hasilnya luar biasa, petani bisa merasakan peningkatan panen dan berkesempatan mengirimkan foto kebun mereka bersama pupuk AGRITECH.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n[caption id=\"attachment_4800\"...
Setelah menggunakan produk organik MMC, dari semenjak perendaman bibit melon dengan BIO-SPF, penggunaan MOSA GLIO, olah lahan dengan MOSA GOLD serta penyemprotan AGRITECH & HORTECH, budidaya melon kali ini berhasil. Ini tercatat sebagai keberhasilan terbesar dari 7 kali tanam...
NB: Alhamdulillah mas panen sekarang MEMUASKAN. Dapat keuntungan Rp. 5.500/ ekor. Bobot rata-rata 1.82kg, Umur panen 32hr (maju 2 hari dari Target Bobot panen). Efisien pakan 20sak (@50kg/sak ), Kematian/deflesi  228ekor. Insya Allah VITTO TERNA MEMANG COCOK.\r\n\r\n[caption id=...
Mas, ayam sudah dipanen hari ke 29, Penjarangan dengan bobot aktual rata-rata 1.46kg. Bobot Standar PT 1.436kg (4 hari yang lalu). Hari ini bobot aktual rata-rata 1.86kg, Bobot standar PT 1.74kg. Sisa ayam masih ±1.500 ekor. Kematian 4-5{310d8b493e175576035210767c63bcd8a198000db2ed590f4a92ba43762e5dbb}. Mudah-mudahan mulai bagus. Amin\r\n\r...
\r\n\r\nInfo siang ini (8/5/18) kami bersilaturahmi mendengar langsung dari beliau bahwa semenjak keberhasilan beliau mengaplikasikan SUPERMETA di lahan singkongnya, 2016 , hingga bulan ini beliau sudah berkali- kali tanam di lahan yang sama dengan tanaman yang berbeda antara lain , ...
\"Pelan tapi pasti, Lada yang sakit menjadi sehat kembali setelah diberikan BIO-SPF dan MOSA GLIO. Setelah 3 Bulan, tanaman masih sehat dan tambah subur. Semakin yakin bahwa BIO-SPF & MOSA GLIO menjadi paket wajib untuk melindungi investasi pada tanaman lada kita\" Yusuf -Petan...
\"Maaf saya baru dari kebun, disana tidak ada signal telpon. Pak mantap untuk produk MMC nya (MOSA GLIO, BIO-SPF, MOSA GOLD, AGRITECH & HORTECH) , lada saya subur, tumbuhnya bagus, saya coba dengan tanaman lain juga bagus. \" Testimoni Bpk Steven - Petani Lada Tanjung Selor, Pr...
Dengan vitto; Yg pertama saya beli DOC yg platinum sampai panen umur 35 hr bisa mencapai 2,5 _2,6 kilo.  Yg ke dua saya beli DOC cp sekarang hmpir panen besok umur 35 hr bobot 2 _2,2 kilo.  Vittoterna sangat bagus untuk ayam\" Ibu Ratna/Gumantyo - peternak broiler Lumajang.\r\n\r\n...
Maksud Pak Aji (Petani Sengon –Cangkringan – Sleman) mengendalikan hama uret yang menyerang tanaman pokok yaitu sengon yang masih muda dengan Supermeta / Mosa Meta, namun diluar dugaan berhasil pula mengendalikan perkembangan lalat buah di tanaman sela yakni cabe dan terong. ...
\"Setelah menggunakan supermeta/mosa meta sudah tidak ada serangan uret lagi di lahan saya. Dan berkat perendaman benih dengan BIO-SPF, tanaman tomat saya pun bisa selamat dari penyakit antraknosa, dibandingkan dengan rekan-rekan petani di sekitar.\" Pak Purwanto - Temanggung...
\"Dengan perlakuan perendam benih menggunakan BIO-SPF, terbukti budidaya jagung hibrida bisa terhindar dari penyakit bulai. Sedangkan di lahan lainnya yang tidak menggunakan perendaman BIO-SPF, banyak yang terkena penyakit bulai\" Penjelasan Agus Banyuwangi seperti disampaikan kepa...
Lahan lada berada di lereng banyak terkena penyakit busuk pangkal batang. Setelah diberikan BIO-SPF dan MOSA GLIO selang 2 minggu mulai nampak perubahan tanaman lada membaik. Saat inipun disaat banyak lada di lahan tetangga sebelah yang terkena busuk pangkal batang, tetapi tanama...
Setelah menggunakan Produk MMC ; Perkembangan tanaman lebih subur, tahan penyakit, tidak terkena layu fusarium dan mati bujang, daun utuh tidak berlubang, lentur  dan batang kokoh, buah licin bersih, dan tidak ada karat\r\n\r\nBudidaya ; Tomat dan Kacang panjang  organik di lahan b...
\"Setelah pakai Produk MMC : biaya obat-obatanan jauh lebih murah dari sebelumnya, bunga tumbuh tidak rontok, Bunga tumbuh daun tidak rontok, Buah pertama dan buah di ujung relatif hampir sama besarnya\"\r\n\r\nBudidaya cabai semi organik\r\n\r\nNama Petani : BpkDede (Kelompok Tani Cinta M...
Perubahan setelah penggunaan selama 12 hari; Warna telur coklat, Kulit lebih tebal, Peningkatan produksi 4,5{310d8b493e175576035210767c63bcd8a198000db2ed590f4a92ba43762e5dbb} (2 kg atau 32 butir per 700 ekor) -Bpk Sahlan\r\n\r\n[caption id=\"attachment_4382\" align=\"alignright\" width=\"300\"] budidaya puyuh dengan vitto -g[/caption]\r\n\r\nProduk yang dig...
\"Setelah pakai Produk MMC :Tanam 1 biji : tumbuh anakan 2-3 , dan tiap batang berbuah rata-rata 2\r\ntongkol\" Bpk Oding, petani jagung-Cibeureum Jabar\r\n\r\nProduk yang dipakai   : MOSA GOLD , AGRITECH, HORTECH, MOSA GLIO, BIO-SPF   (masing masing 3 paket)\r\nLuas lahan        ...
\"Perbedaan Setelah pakai MMC dengan yang tidak pakai :\r\nPertumbuhan berbeda (lebih tinggi dan banyak bulir). 2) Dari rasa hanjeli lebih kenyal dan enak\r\nProduk yang dipakai ; MOSAGOLD  dan BIO –SPF\r\n\r\nPupuk Makro   : 400 kg Phonska (idealnya 600 kg)\r\nUmur tanaman     : 4...
\"Setelah memakai vitto, sudah tidak terlalu repot lagi membersihkan kandang. Kotoran relatif tidak berbau, pakana terasa lebih hematen. Yang terasa lagi itu pertambahan bobot. Apalagi sewaktu mencoba dipotong, dagingnya lebih padat, mirip ayam kampung\" - Suryanto, perternak ayam ...
\"Alhamdulillah dengan saat ini lada hasilnya lebih bagus dan sehat. Sekarang ini sering jadi rujukan petani lada yang lain, semenjak memakai produk MMC. Sayangnya memang harga lada saat ini sedang tidak bagus\" Tarsim - Bangka Belitung\r\n\r\n\r\n\r\n...

Rekening Bank

Bank : Bank Mandiri
No Rek : 137-0010-3321-75
a . n : Untung Subagyo
-----------------
Bank : Bank BRI
No Rek : 0247-01-032-424507
a . n : Untung Subagyo
-----------------
Bank : BCA
No Rek : 0372421949
a . n : HIMMAWATI

Ikuti kami

INFO

Pengumuman Perubahan Label /Etiket Superglio Menjadi MOSA GLIO!
>
-

--

Maju terus
agrokompleks Indonesia!
--



Informasi seputar budidaya
pertanian, perkebunan, peternakan
Kunjungi agrokomplekskita.com




Dokumentasi hasil-hasil nyata
produk MMC
Kunjungi agrokomplekskita.com


-

Dokumentasi kisah sukses
petani, peternak, sahabat MMC
Kunjungi Kunjungi agrokomplekskita.com


>
Tips tips
Seputar budidaya, pertanian, perkebunan, peternakan & perikanan
Kunjungi Kunjungi agrokomplekskita.com

BIO-SPF Untuk Tanaman Jagung

Agen Hayati BIO-SPF dengan aplikasi yang tepat dapat menekan risiko serangan berbagai penyakit utama pada pada jagung, seperti bulai, hawar daun, bercak daun, layu karat dll

BIO-SPF untuk tanaman jagung seperti anjuran, dapat diaplikasikan sejak awal (pra tanam) dari mulai perendaman benih.

Dengan perendaman benih, bahan aktif BIO-SPF dapat merasuk kedalam tanaman. Fungsi BIO-SPF disini selain memberikan perlindungan tanaman sejak dini, juga untuk memperbaiki  kualitas bibit.

  • Perendaman benih dengan BIO SPF mampu menekan serangan penyakit bulai, layu karat, bercak daun, dan berbagai penyakit yang disebabkan mikrobia patogen lainnya.
  • Kandungan Mikrobia Bacillus sp memproduksi racun yang mampu melawan cendawan patogen.
  • Kandungan Mikrobia Pseudomonas sp mampu menghasilkan hormon pemacu pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan bobot panen hingga 9 %.

Berbagai penyakit sasaran dan cara aplikasi BIO-SPF untuk Jagung :

1.Penyakit Bercak Daun Bakteri.

Gejalanya muncul bercak-bercak pada sudut daun lalu melebar dan mengakibatkan daun kering yang akhirnya mati.

Pengendalian dan pencegahan ;

  • Perendaman benih dengan BIO-SPF. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram ( 1 sendok teh) BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam.
  • Perawatan tanaman dengan pengocoran BIO-SPF. Perawatan tanaman dengan BIO-SPF ini dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal tanaman kacang tanah. Tiga sendok (± 30 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tanaman jagung. Untuk lahan seluas 1000 m² diperlukan kira-kira 1 sachet BIO SPF 100 gr.

Hawar Daun

Gekala muncul bercak-bercak kecil, jorong, hijau tua datau kelabu kebasah-basahan, kelaj bercak menjadi coklat kehijauan. Lambat laun bercak berubah membesar membentuk kumparan atau perahu dengan lebae 1-2 cm dan panjang 5-10 cm.

Penyebab : Jamur Exserohilum turcicium, Setosphaeria turcica  dan Helminthosporium turcicum

Pengendalian dan pencegahan;

  • Perendaman bibit   dengan BIO SPF,
  • Perlakukan agens hayati dengan MOSA GLIO/ Superglio pada lahan,
  • Perawatan lahan dengan pengocoran BIO-SPF + MOSA GLIO.

Penyakit Bercak Daun Coklat (Cercospora heningsii).

Penyebab: cendawan yang hidup di dalam daun. Gejala: daun bercak-bercak coklat, mengering, lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati.

Pengendalian:

  • Memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun
  • Perendaman benih dengan BIO-SPF. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram ( 1 sendok teh) BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam.
  • Perawatan tanaman dengan pengocoran BIO-SPF. Perawatan tanaman dengan BIO-SPF ini dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal tanaman kacang tanah. Tiga sendok (± 30 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tanaman jagung. Untuk lahan seluas 1000 m² diperlukan kira-kira 1 sachet BIO SPF 100 gr.

Penyakit Bercak Daun Konsentris (Phoma phyllostica). Penyebab: cendawan yang hidup pada daun.

Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda.

Pengendalian:

  • Memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun
  • Perendaman benih dengan BIO-SPF. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram ( 1 sendok teh) BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam

Perawatan tanaman dengan BIO-SPF. Perawatan tanaman dengan BIO-SPF ini dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal tanaman kacang tanah. Tiga sendok (± 30 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tanaman jagung. Untuk lahan seluas 1000 m² diperlukan kira-kira 1 sachet BIO SPF 100 gr.


Busuk Tongkol dan Busuk Batang Fusarium

Penyebab ; fusarium roseum, Fusarium cerealis

Gejala :

Selain menyerang tongkol juga menyerang batang dengan menimbulkan busuk batang. Busuk tongkol Fusarium menimbulkan pembusukan pada tongkol dimuai dari ujung ke pangkal tongkol.Biji atau kelompok biji yang busuk berwarna merah jambu sampai coklat kemerahan. Jamur penyebab busuk tongkol fusarium dan Diplopda seringkali menyerang bersamaan. Fusarium menyebabkan pembusukan berwarna merah jambu atau kemerah-merahan, berkembang dari ujung ke pangkal tongkol. Pembusukan batang terjadi pada leher akar atau ruas ruas bawah dari batang. Menyebabkan patahnya pangkal batang, bercak merah jambu pada upih daun & pemasakan sebelum waktunya.

Pengendalian dan pencegahan;

  • Perlakukan agens hayati dengan MOSA GLIO/ Superglio pada lahan.
  • Aplikasi MOSA GLIO yaitu 1 sachet (100 gr) MOSA GLIO dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 50 kg, diperam selama 1 minggu di tempat yang teduh terhindar dari sinar mata hari dan air hujan. Campuran MOSA GLIO yang sudah diperam  diberikan pada lubang tanam bersamaan dengan pemberian  pupuk kandang. MOSA GLIO 100 gr digunakan untuk lahan seluas 1000 m².

Penyakit Layu Karat (Puccinia sorgi sp / Puccinia polysora sp).

Penyebab :

Penyakit Layu karat atau karat daun pada jagung disebabkan oleh Puccinia sorghi. Puccinia sorghi membentuk urediosorus pada kedua permukaan daun. Urediosorus panjang atau bulat panjang pada daun. Epidermis pecah sebagian dan masaa spora dibebaskan yang menyebabkan urediosorus berwarna coklat atau coklat tua. Massa spora dibebaskan yang menyebabkan urediosorus berwarna coklat atau coklat tua.

Gejala : pada permukaan daun muncul bercak-bercak bulat atau korong seperti berkarat. Ada kalanya epidermis pecah dan massa spora dalam jumlah besar menjadi tampak. Kadang-kadang karat juga muncul pada upih daun. Permukaan daun menjadi kasar.

Pengendalian :

  • Melakukan pergiliran tanaman, menanam varietas yang tahan
  • Melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat.
  • Perendaman benih dengan BIO-SPF. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram ( ± 1 sendok teh )  BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam.
  • Perawatan tanaman dengan pengocoran BIO-SPF. Perawatan tanaman dengan BIO-SPF ini dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal tanaman kacang tanah. Tiga sendok (± 30 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tanaman jagung. Untuk lahan seluas 1000 m² diperlukan kira-kira 1 sachet BIO SPF 100 gr.

Penyakit Bulai

Penyakit bulai atau downy mildew pada jagung sejak lama menimbulkan kerugian besar. Sehingga di daerah dikenal dengan ; omo putih, omo londo, omo bule, potehen  (Jawa Tengah) dan hama liyeur (Jawa Barat).

Penyebab : Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis.

Gejala :

Gejala pada tanaman yang masih muda daun daun yang baru saja membuka mempunyai bercak klorotis kecil kecil. Gejala bulai dapat menimbulkan gejala sistemik yang meluas ke seluruh tanaman bila infeksi mencapai titik tumbuh. Apabila tidak mencapai titik tumbuh gejala hanya terdapat pada daun daun sebagai garis atau bercak klorosis kecil-kecil. Bercak berkembang menjadi jalur sejajar dengan tulang induk. Penyakit berkembang menuju ke pangkal daun. Daun-daun yang berkembang kemudian akan mempunyai klorosis merata. Di pagi hari sisi bawah daun terdapat lapisan beledru putih yang terdiri atas konififor dan konidium jamur. Karena adanya benang-benang jamur dalam ruang antar selnya, daun-daun tampak kaku, agak menutup dan lebih tegak daripapa biasa. Akar kurang terbentuk, tanaman mudah rebah sehingga di Jawa Barat penyakit ini disebut ‘hama liyeur’ yang berarti ‘penyakit pusing’ .

Tanaman yang terinfeksi pada waktu masih sangat muda biasanya tidak membentuk buah. Bila infeksi terjadi pada tanaman yang lebih tua, tanaman dapat tumbuh terus dan membentuk buah. Buah mempunyai tangkai yang panjang, dengan kelobot tidak menutup pada ujungnya, dan hanya membentuk sedikit biji.

Pengendalian ;

  • Penyakit bulai bisa dikendalikan sejak dini, yakni dengan perendaman benih. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram (1 sendok teh) BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam.
  • Selanjutnya aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dengan penyemprotan pada pangkal tanaman kacang tanah. Tiga sendok (± 30 gr) BIO SPF dicampur dengan 14 liter air dan disemprotkan  pada pangkal batang tanaman jagung. Untuk lahan seluas 1000 m² diperlukan kira-kira 1 sachet BIO SPF 100 gr.


Hits: 78

Comments are closed.